Di tengah gejolak besar dalam dunia media sosial global, muncul fenomena baru: UpScrolled, sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh seorang tech enthuasiast berdarah Palestina kini sedang menjadi sorotan utama. Aplikasi ini bukan sekadar platform baru, tetapi juga dianggap sebagai alternatif bagi para pengguna TikTok yang kecewa dengan perubahan kepemilikan dan kebijakan sensor konten.
Asal-Usul & Pendiri UpScrolled
UpScrolled lahir pada Juni 2025 dan dikembangkan oleh Issam Hijazi, seorang teknolog yang memiliki latar belakang dari perusahaan besar seperti Oracle dan IBM dan memiliki tiga kewarganegaraan: Palestinian-Jordanian-Australian. Aplikasi ini berakar dari ide kuat untuk membuat ruang digital yang lebih adil — di mana suara pengguna tidak dikendalikan oleh algoritma kompleks yang cenderung “meminggirkan” konten tertentu.
Hijazi terinspirasi untuk menciptakan sebuah platform yang berfokus pada kebebasan berekspresi, transparansi, dan rasa komunitas, menawarkan pengalaman sosial media yang berbeda dari TikTok, Instagram, atau X (dulu Twitter).
Popularitas yang Meledak
Dalam beberapa minggu, UpScrolled menjadi aplikasi paling banyak diunduh di Apple App Store di kategori sosial, bahkan berada di peringkat No. 1 di AS, mengungguli aplikasi populer seperti TikTok di beberapa wilayah. Penggunaannya melonjak drastis di wilayah seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.
Lonjakan ini terjadi di tengah kontroversi besar setelah TikTok mengalami perubahan kepemilikan di AS yang dipimpin oleh investor seperti Oracle. Banyak pengguna TikTok yang beralih karena merasa konten mereka dibatasi atau dihapus secara tidak transparan setelah perubahan tersebut.
Fitur Utama UpScrolled
UpScrolled menawarkan fitur yang familiar tetapi dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan TikTok:
1. Feed Tanpa Manipulasi Algoritma
Konten ditampilkan secara kronologis atau lewat pendekatan engagement ringan sehingga setiap postingan memiliki peluang tinggi untuk terlihat oleh followers dan pengguna lain.
2. Dukungan Foto, Video, dan Teks
Pengguna bisa memposting foto, video pendek, dan teks — seperti gabungan antara Instagram, TikTok, dan platform micro-blogging lainnya.
3. Fokus pada Kebebasan Berekspresi
UpScrolled dipasarkan sebagai platform tanpa “shadowban” dan tanpa sistem algoritmik tersembunyi yang sering dikritik di media sosial besar lain. Ini menjadi poin jual utama bagi pengguna yang merasa kontennya tidak tampil secara adil di aplikasi lain.
Sebagai Alternatif yang Menarik
Mengapa banyak pengguna kini beralih? Ada beberapa faktor utama:
Konten tidak tersensor secara sepihak
Visibilitas postingan lebih adil
Komunitas merasa “didengar” tanpa bias algoritmik
Potensi untuk menjadi ruang bagi suara-suara yang kurang terwakili
Beberapa pengguna menilai aplikasi ini sebagai wadah baru untuk ekspresi komunitas, terutama bagi mereka yang merasa suaranya terpinggirkan di platform besar lainnya.
Tantangan & Masa Depan
Meskipun kenaikannya signifikan, UpScrolled masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti:
Skalabilitas server yang sempat mengalami gangguan karena lonjakan pengguna
Kebutuhan untuk menarik pembuat konten kreatif yang besar dan beragam
Persaingan dengan pemain mapan yang memiliki basis pengguna kuat
Namun demikian, kemunculan UpScrolled menjadi sinyal kuat bahwa pengguna mencari alternatif baru yang lebih adil dan transparan di dunia media sosial digital.
UpScrolled bukan hanya sebuah aplikasi baru — ini merupakan gelombang perubahan dalam cara orang melihat media sosial pada tahun 2026. Dengan latar belakang yang unik sebagai aplikasi buatan Palestina yang mengutamakan kebebasan berekspresi dan transparansi algoritma, UpScrolled kini muncul sebagai pesaing nyata TikTok dan platform sosial lain.
Artikel ini telah memberikan gambaran lengkap tentang apa itu UpScrolled, siapa yang membuatnya, bagaimana fitur utamanya bekerja, dan alasan di balik popularitasnya yang cepat. Jika tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin UpScrolled akan menjadi nama besar berikutnya di dunia sosial media global.
